Waktu Operasional

Senin - Jumat: 07.30 - 16.00

Telepon

(021) 420 768 8

Ulangtahun Bikers Brotherhood 1% MC ke 31 Sarat akan Budaya Betawi

Oleh PPKK Media by eka - 21 September 2019
2

Budaya Betawi pada acara ulangtahun komunitas BB1%MC di Kemayoran

Bikers Brotherhood 1% Motorcycle Club (BB1%MC) merayakan ulang tahun ke 31 di area PPK Kemayoran, tepatnya di eks Bandara Kemayoran hari ini (21/9). Perayaan ulang tahun ini pertama kalinya diselenggarakan di Jakarta dan memilih tempat penyelenggaraan acara di Kemayoran. Tak tanggung-tanggung, untuk menampung seluruh anggota BB1%MC, acara ini diselenggarakan selama 2 hari sampai Minggu, 22 September 2019.

Tahun ini, konsep kegiatan yang disuguhkan super megah dan sarat akan budaya Betawi. Sesuai dengan program unggulan dari komunitas ini yaitu Bakti untuk Negeri yang salah satunya adalah Brotherhood for Culture.

Acara diawali dengan kedatangan El Presidente BB1%MC yang mendarat dengan menggunakan helikopter, kemudian menuju panggung acara dengan didampingi oleh para penari tradisional untuk melangsungkan tradisi khas Betawi, yaitu palang pintu. Tak hanya palang pintu, sejumlah 8 ondel-ondel juga dihadirkan untuk memeriahkan perhelatan ulangtahun komunitas motor gede ini.

Meskipun komunitas ini menghadirkan berbagai variasi penampilan diatas panggung, namun iringan musik Betawi juga melekat dalam setiap segmen kegiatan. Seperti saat momen pembukaan acara, proses pemukulan gong oleh El Presidente, Pegi Diar, sebagai pertanda acara telah dibuka, seketika irama musik Betawi digaungkan di area eks Bandara Kemayoran. Alunan musik khas Betawi tersebut sangat cocok diperdengarkan di bangunan yang penuh akan historis masa lampau sebagai bandar udara internasional pertama di Indonesia.

Tradisi khas Betawi lainnya yang juga ditampilkan pada hari ini adalah Ujungan dan Rebut Dandang. Atraksi ujungan merupakan ritual yang dilakukan masyarakat untuk meminta hujan sedangkan rebut dandang adalah salah satu tradisi yang menjadi bagian dari pernikahan adat masyarakat Betawi. Tradisi ini biasanya dilakukan pada bagian awal dari rangkaian acara bersama dengan tradisi lain yang menyajikan kombinasi seni beladiri dan sastra pantun.

Hal ini menjadi suatu perwujudan visi dari BB1%MC bahwa acara motor dapat bersanding dan berevolusi beriringan dengan kearifan lokal sehingga akan memberikan cara pandang baru dan menginspirasi bagi komunitas motor lain.