Waktu Operasional

Senin - Jumat: 07.30 - 16.00

Telepon

(021) 420 768 8

Tertarik pada Pameran Aksara Lintas Masa Istana, Sekretaris Jenderal DPR RI Kunjungi Festival Indonesia Maju

Oleh PPKK Media by Nines - 25 Agustus 2019
2

Sekretaris Jenderal DPR RI Mengunjungi Pameran Lintas Aksara di Festival Indonesia Maju

“Apakah eks bandara internasional Kemayoran ini sudah jadi cagar budaya?”, tanya Indra. Begitu pertanyaan yang dilontarkan oleh Indra Iskandar, Sekretaris Jenderal DPR RI kepada tim panitia Festival Indonesia Maju dari PPK Kemayoran ketika mengunjungi Pameran Aksara Lintas Masa Istana hari ini, Minggu (25/8).

Tim PPK Kemayoran pun memaparkan bahwa lokasi eks bandara internasional Kemayoran sedang dalam proses untuk dijadikan bangunan cagar budaya oleh Pusat Cagar Budaya DKI Jakarta.

Beliau mendatangi booth PPK Kemayoran dan memperhatikan tampilan instalasi berupa pesawat di bandara internasional Kemayoran. Booth PPK Kemayoran menampilkan gambar pesawat dan relief seperti yang terpampang di ruang tunggu VIP eks bandara internasional Kemayoran.

Selain itu, Indra pun sempat menyimak informasi-informasi yang dipamerkan di acara festival dengan didampingi oleh tim Kemensetneg dan drg. Susan Widijaningsih, Direktur Umum PPK GBK.

Setelah 4 (empat) hari digelar sejak tanggal 22-25 Agustus 2019, Festival Indonesia Maju yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun ke-74 kemerdekaan RI hampir selesai. Hari ini Minggu (25/8) merupakan puncak pelaksanaan Festival Indonesia Maju yang terdiri atas 3 acara, yaitu Pameran Aksara Lintas Masa, Pesta Rakyat, dan Panggung Rakyat. 

Menariknya, meski memasuki hari terakhir digelar namun antusiasme para pengunjung tidak menurun. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya jumlah pengunjung yang memadati area festival. Bersamaan dengan adanya kegiatan olahraga dan kuliner rutin Car Free Day di kawasan Senayan, banyak pengunjung yang mendatangi festival dengan mengenakan pakaian olahraga.

Festival Indonesia Maju ini diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan kepada karya-karya besar Presiden RI, mulai dari Soekarno hingga Joko Widodo. Kemensetneg berupaya untuk melestarikan dan mempublikasikan pemikiran, pencapaian, warisan, dan sisi humanis para presiden kepada masyarakat sebagai sumber inspirasi dan pengetahuan. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan jiwa nasionalisme bagi generasi penerus perjuangan bangsa.