Waktu Operasional

Senin - Jumat: 07.30 - 16.00

Telepon

(021) 420 768 8

PPK Kemayoran Perkenalkan Sejarah Kemayoran melalui TVRI

Oleh PPKK Media by nines - 18 Oktober 2018
34

Sejarah Kemayoran diperkenalkan ke masyarakat melalui TVRI

Kemayoran adalah suatu kawasan di pusat kota Jakarta yang semula dikenal karena fungsinya sebagai Bandar Udara International pertama di Indonesia sejak tahun 1938. Dahulu sebagai Bandar Udara Internasional, Kemayoran sebagai pintu gerbang  utama masuk ke Indonesia saat itu, sangat berperan dalam menunjang berbagai kegiatan kenegaraan dan hubungan internasional, seperti berbagai konferensi perdamaian, perjanjian kerjasama di bidang politik, dan sebagainya.

Kemayoran,  sebagai Bandara Internasional pertama di Indonesia memiliki banyak peninggalan bersejarah berupa relief yang terpajang di sebuah ruangan VIP Room Bandara Kemayoran di Gedung Eks-Bandara Kemayoran dan menara pengawas penerbangan  yang terkenal sebagai Menara Tin Tin yang merupakan saksi sejarah dan fungsi bandara Kemayoran kala itu.

Nilai-nilai sejarah yang berada di kawasan Kemayoran menarik untuk dibahas dan diperkenalkan pada masyarakat melalui media massa. Untuk itu, PPK Kemayoran bekerjasama dengan TVRI untuk melakukan liputan langsung (live) tentang kawasan Kemayoran.

Program acara Bale-Bale di TVRI merupakan program acara talkshow berbahasa daerah Betawi yang menyajikan berbagai tema menarik seputar sosial dan budaya. Salah satu episodenya pada hari Kamis (18/10) membahas tentang Kemayoran yang memiliki banyak nilai sejarah untuk dilestarikan.

Bertempat di studio 9 TVRI Jl. Gerbang Pemuda, Kepala Divisi Pemasaran dan Humas PPK Kemayoran, Yoseph Indrajaya, sebagai narasumber dan H. Suyoyo Muchtar selaku Ketua Bidang Pelestarian Budaya di Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) hadir untuk berbincang-bincang seputar wilayah Kemayoran.

Pembahasan dimulai dari penggambaran kawasan Kemayoran pada zaman Belanda dahulu ketika masih dipergunakan sebagai bandara internasional pertama di Jakarta. Perbincangan antara narasumber dan pembawa acara berlangsung dengan seru dan ditambah dengan adanya segmen telepon interaktif dari masyarakat yang cukup antusias ketika membahas mengenai sejarah Kemayoran.