Tolak Penutupan Perlintasan Kereta Api di Jl. Angkasa, Warga Gelar Aksi Damai

25 Oktober 2017

Menjelang berakhirnya uji coba penutupan perlintasan kereta api di Jl. Angkasa tgl 27 Oktober mendatang, akhirnya warga yang berasal dari RW01 – RW10, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, menggelar aksi damai, di Jalan Angkasa Raya, dekat perlintasan kereta hari ini, Rabu (25/10). Dalam spanduknya, mereka sangat  menolak penutupan perlintasan kereta api di Jl. Angkasa oleh Kementerian Perhubungan sejak 13 Oktober kemarin.

Mereka menolak secara tegas karena dengan ditutupnya jalan tersebut, banyak warga yang mengeluh usahanya jadi sepi,bahkan kemacetan menjadi bertambah parah karena harus memutar arah. Bahkan menurut mereka, penutupan perlintasan ini  bukannya menyelesaikan masalah tetapi menambah masalah baru, yaitu kemacetan dimana-mana dan semakin parah setiap harinya, baik itu di Jl. Angkasa, Jl. Garuda dan Jl. Industri

Dalam aksi damai yang dilakukan oleh warga Kemayoran tersebut, tidak sedikit para pengguna kendaraan yang melintas memberikan dukungannya terkaitan penolakan penutupan perlintasan Kerata api di Jl. Angkasa.

Secara sukarela, mereka ikut serta memberikan tanda tangan di atas kain putih yang telah disediakan warga, sebagai penolakan rencana akan ditutupnya perlintasan sebidang kereta api di Jalan Angkasa Raya.

Berdasarkan spanduk yang terpasang di JL. Angkasa bahwa pentupan perlintasan Kereta Api di JL angkasa ini sudah sesuai dengan UU no.23 tahun 2007 tentang perkeretaapian beserta peraturan pelaksanaan dan UU no. 22 tahun 2008 tentang lalu lintas dan angkutan jalan beserta peraturan pelaksanaannya.

Ujicoba penutupan perlintasan sebidang tersebut bukan tanpa alasan. selain untuk keamanan pengguna jalan, penutupan tersebut  juga bertujuan untuk ketertiban dan kelancaran perjalanan KA dan masyarakat pengguna jalan pada perlintasan antara jalur kereta api dengan jalan diwilayah Provinsi DKI Jakarta.

Warga berharap bahwa penutupan ini dapat dikaji ulang mengingat bahwa jumlah kendaraan yang masuk atau keluar dari dan menuju Kemayoran sangat padat. “gak ditutup aja macet, apalagi sekarang ditutup,malah makin macet” ucap sarpin.